Sebagai seorang pendidik, Anda memiliki tanggung jawab utama untuk membentuk pola pikir anak muda. Bagian dari tanggung jawab tersebut adalah menetapkan suasana harian bagi siswa Anda yang membuat mereka merasa aman dan nyaman sehingga mereka dapat fokus pada pembelajaran. Lingkungan belajar yang aman tidak hanya terbatas pada ruang kelas; lingkungan belajar yang aman adalah ruang tak berwujud yang mendukung siswa Anda dalam mengejar pengetahuan, yang menginspirasi rasa ingin tahu, dan yang membuat mereka merasa berdaya untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas. Menciptakan lingkungan belajar terbuka semacam ini di ruang kelas sangat penting untuk melayani spektrum gaya belajar siswa yang luas .
Ada tiga jenis lingkungan belajar yang memengaruhi pembelajaran siswa Anda:
- Fisik: Memutuskan bagaimana lingkungan pendidikan ditata secara fisik dan dirancang untuk mendukung keselamatan dan pembelajaran siswa.
- Psikologis: Menciptakan lingkungan pendidikan yang dapat dipercaya yang memungkinkan siswa untuk berpartisipasi, mengajukan pertanyaan, mengambil risiko, dan menerima umpan balik yang membangun.
- Emosional: Merayakan keberagaman, ekspresi diri, dan prestasi siswa.
Apakah Anda seorang guru berpengalaman atau baru memulai, kiat-kiat berikut akan memandu Anda dalam membangun lingkungan tempat setiap siswa merasa dihargai dan didukung:
1. Adakan Pertemuan Pagi Secara Rutin
Model pertemuan pagi adalah praktik kelas di mana guru memulai setiap hari dengan pertemuan seluruh kelas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan emosional peserta didik. Menambahkan pertemuan pagi ke jadwal kelas membantu menentukan suasana untuk diri sendiri dan siswa, menciptakan rasa percaya, membantu siswa merasa penting, mengilhami empati dan kerja sama tim antar siswa, serta mendukung pembelajaran emosional dan akademis.
2. Menyediakan Ruang Aman bagi Siswa
Ruang kelas harus menjadi tempat yang 100% aman bagi semua siswa. Beberapa siswa mungkin berasal dari lingkungan rumah yang penuh gejolak dan sekolah adalah salah satu tempat pelarian mereka, oleh karena itu penting bagi Anda untuk menjadikannya tempat berlindung yang dibutuhkan siswa tersebut. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memantau secara tekun perundungan dan memberantas setiap kejadian. Dengan begitu, semua siswa dapat merasa nyaman dan berdaya untuk belajar dan mengekspresikan diri.
3. Sesuaikan dengan Setiap Kelas: Tidak Ada Ukuran yang Cocok untuk Semua
Dalam dunia dengan pengalaman belajar yang luas, Anda memiliki tanggung jawab dan hak istimewa untuk memenuhi kebutuhan siswa Anda. Cara yang efektif untuk melakukan pendekatan ini adalah dengan menanyakan kepada siswa Anda bagaimana mereka lebih suka belajar. Memberikan pilihan daripada menyediakan metode yang sama untuk semua orang penting untuk memenuhi berbagai gaya belajar.
4. Mengembangkan Budaya Representasi
Siswa datang dalam berbagai warna, bentuk, dan ukuran—dan mereka semua berhak merasakan rasa memiliki di kelas. Secara historis, kelompok siswa yang terpinggirkan kurang terwakili dan kurang terlayani di ruang akademis, yang mengakibatkan tingkat kelulusan yang lebih rendah. Jika Anda menciptakan budaya keberagaman, inklusi, dan rasa memiliki di kelas Anda, Anda dapat menyiapkan setiap siswa Anda untuk meraih keberhasilan.
5. Rayakan Prestasi dan Kerjakan Model Aset
Model aset pengajaran menghargai siswa berdasarkan apa yang mereka bawa ke kelas, bukan mengkarakterisasi mereka berdasarkan apa yang mereka lewatkan atau perlu mereka perbaiki. Menerapkan pendekatan ini di kelas berarti merayakan keberhasilan besar dan kecil siswa Anda. Penguatan positif juga merupakan komponen penting dari pendekatan kelas ini. Dengan memuji kelebihan siswa, Anda membantu membangun kepercayaan diri mereka dari waktu ke waktu.
6. Bangun Hubungan Kepercayaan
Sangat penting untuk menciptakan hubungan saling percaya dengan siswa Anda. Sebuah studi oleh American Psychological Association menemukan bahwa guru yang menjalin hubungan positif dengan siswa mereka menciptakan suasana kelas yang aman yang mendorong pembelajaran dan lebih memenuhi kebutuhan perkembangan, emosional, dan akademis siswa. Memberikan penguatan positif dan merayakan kualitas unik siswa Anda melalui model aset membantu membangun hubungan saling percaya ini.
7. Baca dan Tulis Bersama Siswa Anda
Semakin banyak Anda membaca dan menulis bersama siswa, semakin banyak kosakata yang akan mereka pelajari dan semakin baik pula mereka dalam berkomunikasi. Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan membaca dan menulis tingkat lanjut lebih baik dalam berpikir kritis dan memiliki akses ke lebih banyak kesempatan. Memprioritaskan hal-hal ini dalam kurikulum akan memberi siswa kemampuan untuk memecahkan masalah interpersonal dan mengekspresikan diri mereka seumur hidup.
8. Ciptakan Zona Bebas Penghakiman
Penting untuk membentuk kelas Anda menjadi zona bebas penghakiman sehingga siswa dapat fokus pada pembelajaran alih-alih khawatir tentang penerimaan oleh teman sekelasnya. Anda harus menyediakan waktu setiap minggu untuk mencairkan suasana, menjawab pertanyaan, dan membuka diskusi agar siswa dapat saling mengenal.
9. Menggabungkan Musik
Manfaat memasukkan musik ke dalam rencana pelajaran Anda sangat banyak. Bila digunakan dalam ruang belajar, terbukti dapat mengurangi kecemasan dan stres, membantu siswa mengatur emosi, meningkatkan fokus, dan membantu anak-anak memproses bahasa.
10. Sering Tersenyum
Sebagai guru, Anda akan membuat siswa mencari Anda untuk mendapatkan kepastian dan bimbingan. Saat Anda berusaha tersenyum, hal itu dapat memberikan siswa rasa tenang dan membuat mereka merasa aman secara psikologis. Tersenyum juga membuat Anda lebih disukai, yang dapat membantu membangun hubungan saling percaya dan positif dengan siswa Anda.
11. Ciptakan Lingkungan Kelas yang Mendukung
Menciptakan lingkungan belajar yang positif memberikan dasar bagi kesejahteraan emosional, fisik, dan akademis. Anda harus bekerja sama dengan siswa untuk bertukar pikiran mengenai aturan kelas guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan aktif. Ketika siswa tahu bahwa mereka dapat mengandalkan Anda untuk menegakkan lingkungan seperti ini, mereka dapat fokus pada pembelajaran dan mengekspresikan diri secara bebas.
12. Tetap Tenang
Ada banyak contoh di mana lingkungan kelas bisa menjadi heboh atau menegangkan. Salah satu contoh umum adalah ketika dua siswa terlibat dalam pertengkaran sengit. Penting bagi Anda untuk membantu menyelesaikan konflik antara siswa dengan tenang sehingga kedua siswa dapat meredakan ketegangan dan siswa lain tidak merasa kesal dengan situasi tersebut. Seperti halnya semua momen lain di kelas, sikap Anda akan menentukan suasana.
13. Hargai Perbedaan
Anda dapat menghargai perbedaan siswa dengan memperlakukan mereka secara adil dan mengakui kebutuhan unik mereka. Jika Anda harus menegur siswa, lakukan secara pribadi agar tidak mempermalukan atau mempermalukan siswa di depan teman sekelasnya. Ketahui juga spektrum budaya yang ada di kelas Anda, sehingga Anda dapat menghargai siswa sebagaimana mestinya. Sebagai pemimpin kelas, Anda dapat memberi isyarat kepada siswa dengan mencontohkan bahasa yang sopan saat berbicara kepada dan tentang siswa.
14. Hargai Ruang Mereka
Setiap orang memiliki ruang pribadi yang berbeda. Agar lebih berhati-hati, pastikan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari setiap siswa dan biarkan mereka menentukan ruang pribadi mereka sendiri. Anda juga harus berlatih menghargai privasi mereka. Beberapa siswa akan merasa lebih nyaman berbagi informasi pribadi mereka daripada yang lain.
15. Jadikan Kesalahan sebagai Kesempatan Belajar
Sebagai guru , Anda memiliki kekuatan untuk membingkai kesalahan siswa Anda sebagai kesempatan belajar. Dengan menggambarkan kesalahan secara positif, Anda menghilangkan rasa malu karena membuat kesalahan, yang memberdayakan siswa Anda untuk belajar. Ketika seorang siswa membuat kesalahan, Anda harus memeriksa apa yang salah dan menyediakan siswa dengan sumber daya, pengetahuan, dan alat untuk memperbaikinya.